Setetes kesejukan saat udara panas

Kemarin itu minggu tanggal 31 Maret, cuacanya panas sekali seakan membakar kulit dan tubuhku, namun anak-anaku seakan tak ada capeknya, mereka ingin tetap jalan ke pantai, akhirnya kami mengikuti keinginan mereka, sebelumnya kami makan dulu di restoran kepala ikan BM, dan menyantap menu sop kepala kakap, karedok dan bakar ikan gurame, terlihat Fawwaz yang makan dengan lahapnya. Dia doyan menyantap sop kepala ikan kakap dan menghadapi mangkuknya sendirian.

            Setelah makan kami melanjutkan perjalanan lagi, kali ini kami ingin melihat pantai didaerah Anyer, dan pilihan kami jatuh pada pantai Tapak Sirih, karena melihat gambarnya yang sekilas tampak indah dan teduh, mobilpun belok kiri dan naik keatas, kami masuk dengan membayar tiket 50 ribu satu mobil, kami melihat banyak sekali pengunjung yang datang, mungkin moment liburan panjang yang membuat orang-orang datang.

            Cuaca masih panas sekali, namun tidak menyurutkan minat anak-anak untuk berenang disana, padahal pengunjung yang banyak dan pantai yang agak kotor, membuatku agak risih masuk kelaut, tapi melihat anak-anaku sangat gembira main air laut akhirnya akupun tergoda dan ikut mereka menuju agak ke tengah, aku yang penakut berpegangan erat pada anak gadisku Nadya dan sesekali berpegangan pada bapaknya yang menertawakan aku yang penakut.

            Aku merasakan adrenalinku naik ketika hempasan-hempasan ombak menerpa tubuhku, aku hanya mengenakan kaos putih, sehingga hampir terlihat baju dalamku, untunglah bapaknya segera membuka bajunya untuk menutupi tubuhku dan dia bertelanjang dada saja, aku tersenyum sebagai tanda terima kasihku.

            Setelah asyik main ditengah aku melibir lagi ke pinggir, aku menatap orang-orang yang sedang main air dipinggir dan pandanganku tertumpu pada seorang anak lelaki seusia anak gadisku, senyumnya manis dan dia tersenyum padaku, awalnya aku melihat dia tidak ada bedanya dengan remaja yang lainnya, namun saat dia berdiri, barulah aku tahu kalau dia adalah Anak berkebutuhan khusus, dia mendekati ayahnya yang langsung menyambutnya penuh kasih sayang, ibunya, kakak-kakaknya memperlakukan dia penuh dengan kasih sayang. Subhanalloh serasa ada air yang menyejukan hatiku melihat semuanya. Aku yang memiliki ABK juga makin faham kalau kasih sayang itu penunjang penting untuk perkembangan ABK kita dan menumbuhkan rasa percaya diri dalam bersosialisasi.

Banten 01 April 2013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s